Artikel Kesehatan
kasrs

hotline

RS Syarif Hidayatullah – Banyak orang tidak menyadari bahwa pembuluh darah mereka perlahan mulai mengeras dan menyempit. Kondisi medis ini dikenal sebagai Aterosklerosis, sebuah proses akumulasi plak yang sering kali menjadi "aktor intelektual" dibalik terjadinya penyakit jantung koroner.

Arteri yang seharusnya elastis dan lancar mengalirkan nutrisi serta oksigen, bisa berubah menjadi kaku akibat timbunan lemak dan kolesterol. Jika dibiarkan, aliran darah ke organ-organ vital akan terhenti total.

ATEROSKLEROSISPENUMPUKAN PLAK: Ilustrasi bagaimana kolesterol menyumbat aliran darah dalam arteri (Aterosklerosis).

Mengapa Pembuluh Darah Bisa Tersumbat?

Meskipun pemicu pastinya masih terus diteliti, para ahli jantung sepakat bahwa aterosklerosis dimulai dari adanya luka atau cedera pada dinding bagian dalam arteri. Beberapa faktor yang mempercepat kerusakan ini antara lain:

  • Gaya Hidup: Kebiasaan merokok, obesitas, hingga pola makan tinggi lemak dan alkohol.
  • Kondisi Medis: Riwayat hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes, serta kolesterol tinggi yang tidak terkontrol.
  • Faktor Internal: Faktor usia di atas 50 tahun, tingkat stres yang berkepanjangan, hingga faktor genetika dari keluarga.

Gejala yang Muncul Berdasarkan Lokasi Kerusakan

Aterosklerosis adalah "silent killer" karena proses penumpukan plaknya bisa memakan waktu puluhan tahun tanpa gejala. Keluhan biasanya baru muncul saat organ tubuh mulai "tercekik" karena kekurangan suplai darah.

  1. Jika Terjadi di Jantung: Penderita akan merasakan nyeri dada (angina) seperti diremas, sesak napas, hingga keringat dingin yang menunjukkan ancaman serangan jantung.
  2. Jika Terjadi di Otak: Waspadai tanda-tanda stroke seperti bicara tidak jelas (pelo), kelumpuhan mendadak pada satu sisi wajah, atau sakit kepala hebat.
  3. Jika Terjadi di Tungkai: Kaki terasa dingin, nyeri saat berjalan (klaudikasio), hingga munculnya luka di area telapak kaki yang sangat sulit sembuh.
  4. Jika Terjadi di Ginjal: Ditandai dengan pembengkakan pada kaki, rasa mual terus-menerus, dan penurunan frekuensi buang air kecil.

Deteksi Dini dan Langkah Pengobatan

Untuk mendiagnosis kondisi ini, dokter spesialis jantung di rumah sakit akan melakukan berbagai tes penunjang seperti tes darah (cek kolesterol), EKG, hingga USG Doppler dan Stress Test (Treadmill) untuk melihat fungsi jantung saat beraktivitas.

Jika didiagnosis lebih awal, aterosklerosis dapat dikelola melalui perubahan pola hidup sehat dan konsumsi obat-obatan seperti pengencer darah atau penurun kolesterol. Namun, pada kondisi yang sudah parah, prosedur medis seperti pemasangan ring (stent) hingga operasi bypass menjadi langkah penyelamatan yang harus diambil.

Periksakan Diri Anda

Mengingat gejalanya sering kali baru muncul setelah terjadi komplikasi berat, melakukan pemeriksaan rutin adalah langkah paling bijak untuk melindungi nyawa Anda.

Jangan tunggu hingga gejala sesak napas atau nyeri dada menyerang. Segera periksakan diri Anda ke Rumah Sakit Syarif Hidayatullah. Dengan fasilitas diagnostik yang modern dan penanganan dari dokter spesialis jantung yang berpengalaman, kami siap membantu Anda mendeteksi risiko penyumbatan pembuluh darah sedini mungkin.

Sayangi jantung Anda, mulailah pemeriksaan hari ini di Rumah Sakit Syarif Hidayatullah.

Ditulis oleh : Adelweis NF

RS Syarif Hidayatullah – Penyakit jantung seringkali diidentikkan dengan gaya hidup tidak sehat atau faktor usia. Namun, ada satu kondisi medis berbahaya bernama Endokarditis yang justru berawal dari masuknya kuman ke dalam aliran darah. Meski tergolong jarang terjadi dan hanya menyerang 3 hingga 10 orang dari setiap 100.000 penduduk, penyakit ini dapat berakibat fatal jika tidak ditangani secara cepat.

Lantas, bagaimana kuman yang tampak sepele bisa "memakan" jaringan jantung manusia? Berikut adalah ulasan mendalam hasil rangkuman data dokter spesialis jantung.

EndokarditisEndokarditis dapat berakibat fatal jika kuman masuk ke aliran darah dan merusak katup jantung. (Foto: Harley Street)

Apa Itu Endokarditis?

Endokarditis adalah peradangan parah yang terjadi pada lapisan dalam bilik dan katup jantung (endokardium). Infeksi ini umumnya terjadi ketika bakteri, jamur, atau kuman lainnya masuk ke aliran darah dan menempel pada bagian jantung yang sudah mengalami kerusakan sebelumnya.

Penyakit ini sangat berisiko bagi kelompok tertentu, di antaranya:

  • Pasien yang menderita kerusakan katup jantung.
  • Individu yang telah menjalani operasi cangkok katup jantung.
  • Penderita kelainan jantung bawaan.

Waspadai Pintu Masuk Kuman ke Jantung

Banyak yang tidak menyadari bahwa aktivitas harian yang tampak biasa bisa menjadi pintu masuk kuman penyebab endokarditis:

  • Masalah Gigi dan Mulut: Gusi yang berdarah saat menyikat gigi atau kondisi mulut yang tidak higienis memudahkan bakteri masuk ke pembuluh darah.
  • Prosedur Medis: Tindakan medis tertentu pada gigi, penggunaan kateter dalam waktu lama, hingga penggunaan jarum suntik yang tidak steril (tato/tindik) meningkatkan risiko infeksi.
  • Kondisi Medis Lain: Infeksi menular seksual atau radang usus dapat memberi celah bagi kuman untuk melakukan perjalanan hingga ke jantung.

Mengenali Gejala: Jangan Terkecoh dengan Flu Biasa

Gejala endokarditis bisa muncul secara mendadak dengan intensitas yang berbeda-beda pada setiap orang. Beberapa tanda umum yang wajib Anda waspadai meliputi:

  1. Gejala Mirip Flu: Demam tinggi, kedinginan, dan tubuh menggigil secara terus-menerus.
  2. Kelelahan Ekstrem: Rasa lelah yang disertai nyeri sendi serta otot (myalgia).
  3. Gangguan Pernapasan: Sesak napas dan nyeri dada yang tajam.
  4. Tanda Spesifik pada Kulit: Munculnya bintik merah di telapak tangan/kaki (Lesi Janeway), benjolan merah lunak di jari (Osler’s nodes), atau bintik keunguan (Petechiae).

Bahaya Komplikasi: Dari Stroke hingga Serangan Jantung

Kuman yang bersarang di jantung akan memproduksi racun dan enzim yang mampu mengikis jaringan hingga membuat katup jantung berlubang. Jika tidak segera ditangani, komplikasi serius dapat mengintai:

  • Iskemia dan Serangan Jantung: Pecahan kuman yang terlepas dapat menyumbat pembuluh darah arteri koroner.
  • Stroke: Penyebaran infeksi dapat memicu perdarahan atau abses pada otak.
  • Kerusakan Organ Lain: Infeksi dapat menyebar melalui darah ke ginjal, paru-paru, hingga tulang belakang.

Periksakan Diri Anda ke Rumah Sakit Syarif Hidayatullah

Mengingat bahayanya yang mengancam nyawa, pemeriksaan sedini mungkin adalah satu-satunya cara untuk mencegah komplikasi permanen. Penanganan yang tepat memerlukan diagnosis akurat dari tenaga ahli medis profesional.

Jangan abaikan gejala kecil yang terasa janggal pada tubuh Anda. Segera periksakan diri Anda ke Rumah Sakit Syarif Hidayatullah. Dengan tenaga medis spesialis jantung yang kompeten dan teknologi medis terkini, kami siap mendampingi Anda dalam mendeteksi dan menangani gangguan jantung secara komprehensif.

Jaga jantung Anda hari ini, untuk masa depan yang lebih sehat.

RS Syarif Hidayatullah – Istilah "angin duduk" sering kali dianggap sepele oleh sebagian masyarakat dan kerap disalahartikan sebagai masuk angin biasa yang bisa sembuh hanya dengan dikerok. Padahal, dalam dunia medis, kondisi yang dikenal sebagai Angina Pectoris ini merupakan sinyal darurat dari jantung yang bisa berakibat fatal.

Angin DudukIlustrasi nyeri dada hebat seperti tertindih beban berat yang menjadi gejala utama Angina Pectoris. (Foto: Fahum UMSU)

Data dari dokter spesialis jantung menunjukkan bahwa serangan ini menyerang tanpa peringatan, terutama saat jantung dipaksa bekerja ekstra keras. Lantas, bagaimana cara membedakannya dengan nyeri dada biasa?

Apa Itu Angin Duduk (Angina Pectoris)?

Angin duduk atau Angina Pectoris adalah nyeri dada hebat yang terjadi akibat otot jantung tidak mendapatkan pasokan darah dan oksigen yang cukup. Kondisi ini biasanya dipicu oleh penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh darah koroner.

Berbeda dengan masuk angin, keluhan ini lebih sering muncul saat penderitanya sedang beraktivitas fisik, di mana jantung memompa darah lebih cepat namun pasokannya terhambat.

Gejala Angin Duduk yang Wajib Diwaspadai

Berdasarkan penjelasan medis, gejala angin duduk memiliki karakteristik yang sangat khas. Segera waspadai jika Anda merasakan:

  • Nyeri Dada Khas: Dada terasa seperti ditekan, tertindih benda berat, atau terasa panas seperti terbakar.
  • Nyeri Menjalar: Rasa sakit tidak hanya berpusat di dada sebelah kiri, tapi menjalar hingga ke lengan kiri, leher, rahang, hingga punggung.
  • Sesak Napas: Kesulitan bernapas yang muncul bersamaan dengan nyeri.
  • Gejala Penyerta: Muncul keringat dingin yang berlebihan, mual, hingga rasa lemas yang luar biasa.
  • Penurunan Kesadaran: Dalam kondisi berat, penderita bisa mengalami pingsan atau hilangnya kesadaran secara mendadak.

Langkah Diagnosis di Rumah Sakit

Jika Anda atau kerabat mengalami gejala di atas, dokter spesialis jantung akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan diagnosis dan tingkat keparahan sumbatan. Beberapa prosedur medis yang umum dilakukan antara lain:

  1. Elektrokardiogram (EKG): Untuk merekam aktivitas listrik jantung.
  2. Ekokardiografi (ECHO): USG jantung untuk melihat struktur dan fungsi pompa jantung.
  3. Rontgen Dada: Melihat gambaran paru-paru dan ukuran jantung.
  4. CT Scan Jantung: Memberikan gambaran detail pembuluh darah koroner.
  5. Pemeriksaan Darah: Mengecek kadar enzim jantung sebagai indikator adanya kerusakan otot jantung.

Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis?

Jangan menunda waktu. Jika nyeri dada tidak membaik dengan istirahat atau justru semakin berat, segera cari pertolongan medis.

Pesan Dokter: "Jangan menganggap remeh nyeri dada yang menjalar. Penanganan yang terlambat bisa berakibat fatal pada kerusakan permanen otot jantung. Deteksi dini adalah cara terbaik untuk menyelamatkan hidup Anda."

Konsultasi Spesialis di RS Syarif Hidayatullah

Bagi Anda yang merasakan gejala di atas atau ingin melakukan screening kesehatan jantung secara menyeluruh, jangan ragu untuk periksakan diri Anda ke Rumah Sakit Syarif Hidayatullah.

Dengan dukungan dokter spesialis jantung yang berpengalaman dan fasilitas pemeriksaan yang lengkap, Rumah Sakit Syarif Hidayatullah siap memberikan penanganan cepat dan tepat untuk menjaga kesehatan jantung Anda dan keluarga.

Segera buat janji temu atau kunjungi layanan IGD kami jika Anda mengalami kondisi darurat.

Tahukah kamu?
Hipertensi sering datang tanpa gejala, tapi bisa sebabkan stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal! 

COVER HIPERTENSI 2025

HARI HIPERTENSI 2025 slide 1

HARI HIPERTENSI 2025 slide 2

HARI HIPERTENSI 2025 slide 3

HARI HEMOPHILIA 2025 SLIDE 2

PENYAKIT DALAM JADWAL 2025

Hari Hemofilia Sedunia diperingati setiap tanggal 17 April untuk meningkatkan kesadaran global tentang hemofilia dan gangguan perdarahan langka lainnya. Tahun 2025 ini, kita kembali disatukan oleh semangat solidaritas dan inklusivitas, dengan tema "Akses untuk Semua: Perempuan dan Anak Perempuan Juga Mengalami Perdarahan."

Selama ini, gangguan perdarahan sering kali hanya dikaitkan dengan laki-laki, padahal perempuan dan anak perempuan juga bisa mengalami kondisi ini—baik sebagai pembawa genetik maupun sebagai penderita dengan gejala nyata. Sayangnya, banyak dari mereka yang tidak terdiagnosis atau tidak mendapat perawatan yang tepat waktu.

Melalui peringatan ini, kita diajak untuk:

- Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dan penanganan dini.

- Menyuarakan hak akses layanan kesehatan yang adil dan merata, termasuk untuk perempuan dan anak perempuan.

- Mendukung komunitas penyintas hemofilia dan gangguan perdarahan lainnya, agar dapat hidup lebih sehat, aman, dan bermakna.

BAHAYA RABIES 2025

BAHAYA RABIES 2

BAHAYA RABIES 3

Rabies adalah penyakit mematikan yang disebabkan oleh virus rabies yang menyerang sistem saraf pusat manusia dan hewan. Penyakit ini terutama menyebar melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi, seperti anjing, kucing, kelelawar, atau hewan liar lainnya. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diketahui tentang bahaya rabies:

  1. Penularan Melalui Gigitan atau Cakaran
    Virus rabies ditularkan melalui air liur hewan yang terinfeksi saat menggigit atau mencakar korban. Hewan yang terinfeksi, terutama anjing liar atau hewan peliharaan yang tidak divaksinasi, merupakan penyebab utama penyebaran penyakit ini ke manusia.
  2. Gejala yang Muncul
    Setelah terpapar virus, gejala awal rabies biasanya mirip dengan flu, seperti demam, rasa sakit, dan kelelahan. Namun, gejala tersebut cepat berkembang menjadi rasa cemas, kebingungan, kejang, kesulitan menelan, dan perubahan perilaku. Ketika gejala semakin parah, bisa menyebabkan kelumpuhan, koma, dan akhirnya kematian.
  3. Waktu Inkubasi yang Tidak Terduga
    Periode inkubasi rabies (waktu antara gigitan dan munculnya gejala) bisa bervariasi antara beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung pada lokasi gigitan dan jenis virus. Ini membuat rabies sangat berbahaya karena penderita sering tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi.
  4. Tidak Ada Pengobatan Setelah Gejala Muncul
    Begitu gejala rabies mulai muncul, penyakit ini hampir selalu berakibat fatal. Saat ini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan rabies setelah gejala berkembang, sehingga sangat penting untuk segera mendapatkan perawatan setelah digigit atau dicakar oleh hewan yang dicurigai terinfeksi.
  5. Pencegahan yang Dapat Dilakukan
    • Vaksinasi Hewan Peliharaan: Menjaga agar hewan peliharaan seperti anjing dan kucing divaksinasi rabies secara rutin.
    • Pencegahan Gigitan: Hindari kontak dengan hewan liar atau hewan yang tidak diketahui status kesehatannya.
    • Vaksinasi Manusia: Orang yang berisiko tinggi terpapar rabies, seperti petugas kebersihan atau mereka yang sering bekerja dengan hewan, bisa mendapatkan vaksin rabies sebagai tindakan pencegahan.
  6. Vaksinasi Setelah Terpapar
    Jika seseorang digigit oleh hewan yang dicurigai terinfeksi rabies, segera melakukan perawatan medis adalah langkah yang sangat penting. Pemberian vaksin rabies pasca-paparan dapat mencegah terjadinya infeksi jika diberikan dalam waktu yang tepat.

Pencegahan adalah kunci untuk memerangi rabies. Oleh karena itu, menjaga kebersihan, vaksinasi rutin untuk hewan peliharaan, dan menghindari kontak dengan hewan liar adalah langkah-langkah penting untuk melindungi diri dari bahaya rabies.