Artikel Kesehatan
kasrs

hotline

RS Syarif Hidayatullah - Infeksi ginjal, atau yang dalam dunia medis dikenal sebagai pielonefritis, merupakan jenis infeksi saluran kemih (ISK) serius yang berawal dari organ kandung kemih atau saluran kemih bagian bawah, lalu menjalar naik (ascending infection) hingga menginfeksi salah satu atau kedua organ ginjal.

Kondisi ini memerlukan perhatian dan penanganan medis segera dari dokter spesialis. Jika infeksi ginjal terlambat ditangani, bakteri penyebab infeksi berisiko merusak jaringan ginjal secara permanen, menyebabkan kegagalan fungsi ginjal, hingga memicu sepsis—kondisi komplikasi infeksi berbahaya yang menyebar ke seluruh aliran darah. Rumah Sakit Syarif Hidayatullah siap membantu Anda mengenali tanda-tanda infeksi ginjal dan memberikan penanganan urologi yang tepat.

 INFEKSI GINJALIlustrasi Infeksi Ginjal dan Konsultasi Kesehatan Ginjal di Poli Urologi (Foto: Dok. RS Syarif Hidayatullah)

I. Apa Penyebab Utama Infeksi Ginjal?

Infeksi ginjal paling sering disebabkan oleh invasi bakteri yang masuk ke dalam saluran kemih melalui uretra, kemudian berkembang biak dan naik menuju ginjal. Beberapa pemicu utamanya meliputi:

  • Infeksi Bakteri Escherichia coli (E. coli): Bakteri E. coli yang umumnya hidup di dalam usus besar merupakan penyebab terbanyak infeksi ginjal saat berpindah ke area sekitar uretra.
  • Penyebaran dari Saluran Kemih Bawah: Infeksi kandung kemih (sistitis) yang tidak diobati hingga tuntas dapat menjalar naik menuju organ ginjal.
  • Penyumbatan Saluran Kemih (Obstruksi): Adanya batu ginjal, pembesaran prostat (BPH), atau kelainan struktur saluran kemih yang menghambat aliran urine dapat memicu penumpukan urine dan perkembangbiakan bakteri.
  • Penggunaan Kateter Urine Jangka Panjang: Pemakaian selang kencing medis yang tidak steril atau dipasang dalam waktu lama meningkatkan risiko bakteri masuk ke organ ginjal.
  • Sistem Kekebalan Tubuh Lemah: Penderita diabetes, HIV/AIDS, atau pasien yang rutin mengonsumsi obat imunosupresan memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi ginjal.
  • Faktor Anatomi Wanita: Wanita lebih rentan mengalami infeksi ginjal dibandingkan pria karena memiliki saluran uretra yang lebih pendek dan letaknya dekat dengan anus.

 

II. Gejala Infeksi Ginjal yang Wajib Diwaspadai

Gejala infeksi ginjal biasanya berkembang cukup cepat, hanya dalam kurun waktu beberapa jam hingga beberapa hari setelah bakteri menginfeksi ginjal. Tanda-tanda klinis utamanya meliputi:

  • Demam Tinggi Disertai Menggigil: Suhu tubuh naik drastis dan sering kali disertai sensasi kedinginan hebat.
  • Nyeri Pinggang atau Punggung Bawah: Rasa sakit menusuk atau pegal yang menetap di area pinggang bawah, punggung belakang, atau lipat paha.
  • Nyeri Saat Buang Air Kecil (Disuria): Sensasi perih, panas, atau terbakar saat mengeluarkan urine.
  • Perubahan Karakteristik Urine: Urine tampak keruh, berbau menyengat, berbuih, atau mengandung bercak darah (hematuria).
  • Anyang-anyangan: Dorongan kuat untuk buang air kecil secara terus-menerus, meskipun urine yang keluar hanya sedikit.
  • Mual dan Muntah: Gangguan pencernaan yang menyebabkan penderita kehilangan nafsu makan dan lemas ekstrem.

 

III. Cara Mencegah Infeksi Ginjal

Langkah pencegahan utama infeksi ginjal adalah dengan menjaga kebersihan saluran kemih dan mencegah timbulnya infeksi saluran kemih bagian bawah:

  • Cukupi Asupan Air Putih: Minum air putih minimal 2 liter (8 gelas) per hari untuk membantu membilas bakteri keluar dari saluran kemih melalui aliran urine secara teratur.
  • Jangan Menahan Buang Air Kecil: Segera buang air kecil saat merasa kebiasaan mendesak untuk mengosongkan kandung kemih.
  • Jaga Kebersihan Organ Intim: Bersihkan area kewanitaan dari arah depan ke belakang setelah buang air kecil maupun besar untuk mencegah bakteri dari anus berpindah ke uretra.
  • Buang Air Kecil Setelah Berhubungan Seksual: Kebiasaan ini membantu mengeluarkan bakteri yang mungkin terdorong masuk ke uretra selama aktivitas seksual.
  • Hindari Produk Pembersih Kewanitaan Beraroma: Batasi penggunaan semprotan deodoran vagina atau produk pembersih berpewangi keras yang dapat memicu iritasi uretra.

 

IV. Metode Penanganan dan Pengobatan Medis

Infeksi ginjal membutuhkan penanganan medis segera dari dokter untuk membasmi kuman secara tuntas:

1. Pengobatan Antibiotik Resep Dokter

Dokter akan memberikan obat antibiotik oral atau suntik untuk membasmi bakteri penyebab infeksi. Pemberian antibiotik biasanya berlangsung selama 7 hingga 14 hari dan wajib dikonsumsi sampai habis sesuai anjuran medis meskipun gejala sudah membaik.

 

2. Pengobatan Pereda Gejala

Pemberian obat pereda nyeri (seperti parasetamol) untuk meredakan demam tinggi dan menguragi rasa sakit pada pinggang.

 

3. Rawat Inap di Rumah Sakit

Pada kasus infeksi ginjal berat yang disertai mual-muntah hebat, dehidrasi, demam tinggi persisten, atau dialami oleh ibu hamil dan lansia, pasien perlu menjalani perawatan rawat inap untuk mendapatkan infus cairan dan terapi antibiotik melalui pembuluh darah (intravena).

 

Kesimpulan

Infeksi ginjal (pielonefritis) merupakan kondisi darurat medis yang berawal dari infeksi saluran kemih dan tidak boleh diabaikan. Penanganan yang cepat dan tepat dari dokter sangat krusial untuk mencegah kerusakan fungsi ginjal serta bahaya komplikasi sistemik.

Jika Anda atau kerabat mengalami demam tinggi yang disertai nyeri pinggang hebat, urine keruh, atau sakit saat buang air kecil, segera periksakan diri ke Rumah Sakit Syarif Hidayatullah. Tim dokter spesialis kami siap memberikan pemeriksaan laboratorium urine, USG ginjal, serta penanganan terapi yang tepat dan steril demi pemulihan kesehatan organ ginjal Anda!

 

Referensi:
Alodokter. (2026). Infeksi ginjal - Penyebab, gejala, dan mengobati. Ditinjau secara medis oleh dr. Pittara. https://www.alodokter.com/infeksi-ginjal
Primaya Hospital. (2024). Gejala infeksi ginjal yang perlu diwaspadai dan cara mengatasinya. Tim Medis Primaya Hospital. https://primayahospital.com/urologi/gejala-infeksi-ginjal/
Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI. (2022). Infeksi ginjal. Direktorat Kesehatan Kelautan dan Lingkungan Kemenkes RI. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/81/infeksi-ginjal